Asia-Pasific Conference on Synthetic Apecture Radar (APSAR) menyelenggarakan Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia secara daring pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 13.30 WIB. Acara ini didukung oleh IEEE Indonesia Section, GRSS, Chiba University, Institut Teknologi Bandung, LAPAN, BPPT dan Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). Pra Konferensi APSAR 2021 merupakan acara pembuka dari rangkaian The 7th APSAR 2021 yang akan digelar pada 1-5 November 2021 di Bali.

Ketua Panitia Pra Konferensi APSAR 2021 sekaligus General Co-Chair of APSAR 2021, Prof. Ketut Wikantika menyampaikan ada tiga rangkaian kegiatan pembuka sebelum pelaksanaan The 7th APSAR 2021. Pertama, Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia. Kedua, Tutorial Series yang diberikan oleh para ahli -dilakukan pada tanggal 11 dan 24 Maret, 8 dan 22 April serta 20 Mei 2021. Terakhir Marathon Penginderaan Jauh Indonesia dan Bunga Rampai Penginderaan Jauh Indonesia.

“Marathon Penginderaan Jauh Indonesia memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua praktisi maupun peneliti untuk memaparkan apa saja yang sudah dilakukan terkait pemanfaatan penginderaan jauh Indonesia. Nanti paper yang terkumpul akan dipublikasikan ke dalam Bunga Rampai  Penginderaan Jauh Indonesia pada 6 Mei 2021,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, General Chair of APSAR 2021 and Lecture of Chiba University, Prof. Josaphat mengungkapkan bahwa APSAR selalu diadakan pada tahun ganjil dan menjadi simposium SAR terbesar di dunia. Awalnya APSAR hanya diselenggarakan di lima negara saja, yaitu Australia, Singapura, Jepang, Korea dan Cina.

“Namun, banyak orang Indonesia berkiprah di SAR sehingga diberi kesempatan mengadakan simposium di Indonesia. Tentu ini kesempatan yang luar biasa. Saya berharap para peneliti Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena para ahli SAR akan berkumpul di Bali,” tukas Josaphat.

Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia ini menghadirkan  Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin sebagai Keynote Speaker. Ia memaparkan materi tentang “Kontribusi LAPAN untuk Indonesia Melalui Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh”. Disampaikannya, secara umum pemanfaatan teknologi penginderaan jauh yang dilakukan LAPAN diantaranya terkait sumberdaya alam, lingkungan dan kebencanaan, serta pemanfaatan strategis.

“Terkait sumberdaya alam, LAPAN bersama Kementerian Pertanian memantau pertumbuhan padi, mulai fase tanam hingga panen. Dengan teknologi ini kita bisa mengetahui potensi panen padi. Penginderaan jauh LAPAN juga dapat memantau umur kelapa sawit di berbagai wilayah. Kemudian terkait perikanan, LAPAN memberikan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan dan sudah digunakan oleh nelayan. LAPAN juga memberikan informasi terkait kualitas air laut dan mangrove,” ujar Thomas.

Sementara untuk pemantauan lingkungan, lanjutnya, LAPAN bekerja sama bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memantau perubahan hutan, pemanfaatan hutan untuk perkebunan dan mangrove. LAPAN dengan menggunakan SAR juga dapat memantau perubahan Daerah Aliran Sungai (DAS), danau, perkotaan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, hingga penurunan permukaan tanah.

“Untuk kebencanaan, LAPAN memberikan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan, potensi banjir harian, potensi kekeringan bulanan, serta analisa dampak bencana (banjir, longsor, gempa, tsunami dll). Sementara terkait pemanfaatan strategis, LAPAN dengan Badan Narkotika Nasional bekerja sama untuk memantau area terindikasi lahan ganja. LAPAN juga memberikan informasi terkait daerah pertambangan, identifikasi objek-objek pajak  serta turut serta dalam proyek Papua Terang,” pungkasnya.

Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia juga menghadirkan enam pembicara yang kompeten, diantaranya sebagai berikut:

  1. Dr. M. Rokhis Khomarudin – Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN memaparkan materi tentang Status Pemanfaatan Penginderaan Jauh di Indonesia.

  1. Dr. Rizatus Shofiyati – Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian memaparkan materi tentang Penginderaan Jauh untuk Pertanian.

  1. Dr. Soni Darmawan – Departemen Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional, Bandung memaparkan materi tentang Teknologi Penginderaan Jauh dalam Penyiapan Informasi Geospasial Dasar dan Tematik.

  1. Dr. Laode M. Galok Jaya – Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Kendari memaparkan materi tentang Pemanfaatan INSAR untuk Studi Deformasi Infrastruktur Jalan dalam rangka Mitigasi Bencana.

  1. Dr. Firman Hadi – Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro memaparkan materi tentang Open Access Field Samples Library.

  1. Fabian SuryaP., Ph.D – Institute of Space and Earth System Science The Chinese University of Hong Kong memaparkan materi tentang Comparative Study of Significant Wave Height and Energy Over the Open Ocen and Coastal Waters Using Sentinel-1 SAR Imagery.

Video Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia dapat diakses melalui tautan berikut: https://youtu.be/ED_WRTk8kj8