Dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2021, Women in Engineering IEEE Indonesia Section menyelenggarakan seminar tentang “Mencari Inspirasi dan Tauladan dari Para Perempuan Hebat di Bidang STEM”. Kegiatan ini dilakukan secara daring pada Rabu, 21 April 2021 dengan menghadirkan keynote speech Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga.

Mengawali kegiatan, Chairman IEEE Indonesia Section Dr. Ing. Wahyudi Hasbi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tema seminar tentang “Mencari Inspirasi dan Tauladan dari Para Perempuan Hebat di Bidang STEM” dapat menggugah rasa keingintahuan dan memberikan motivasi kepada seluruh perempuan Indonesia. Terlebih perempuan-perempuan muda untuk menekuni bidang Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika (STEM) sebagai pilihan karir di masa mendatang.

“Selain itu, webinar ini juga ditujukan kepada mahasiswi dan akademisi perempuan untuk mengembangkan karir di STEM dengan baik dan produktif,” tuturnya.

Dalam mendukung sasaran tersebut, lanjut Wahyudi, IEEE Indonesia Section memiliki sumber daya dan ekspertis dalam mendukung program pemerintah dalam pertumbuhan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta peranan perempuan demi kemajuan STEM di Indonesia. Saat ini IEEE Indonesia Section memiliki 440 anggota perempuan yang terdiri dari akademisi, industri dan pemerintahan. IEEE Indonesia Section akan terus berupaya mendorong peningkatan jumlah anggota perempuan melalui berbagai kegiatan yang diwadahi Women in Engineering IEEE Indonesia Section.

“Semoga webinar ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua khususnya para perempuan untuk menekuni bidang STEM. Tetaplah berkarya dan terus membawa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chair of WIE IEEE Indonesia Section Prof. Dr. Riri Fitri Sari menyampaikan kondisi kesetaraan perempuan di Indonesia bukan hanya kata-kata tapi telah dibuktikan. Hari ini hadir perempuan-perempuan hebat yang telah mampu melakukan pekerjaan di dalam rumah sambil terus melahirkan, menyusui, dan mendidik anak-anaknya menjadi generasi milenial yang pantang menyerah.

“Hari ini kita terinspirasi oleh perempuan-perempuan Indonesia yang sampai puncak karirnya di bidang STEM sukses juga menjadi ibunda. Mari kita merefleksikan pencapaian mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk lebih banyak lagi dilakukan oleh generasi penerus kita,” ujarnya.

Riri mengungkapkan, kegiatan dan pencapaian yang Kartini dulu yang hanya angan-angan kini sudah bisa diselaraskan oleh perempuan Indonesia dan disebarkan semangatnya kepada seluruh ibu di nusantara. Ia berharap cita-cita dan mimpi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan modern dapat terwujud.

“Semoga kita semua tetap dapat membangun Indonesia. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju. Salam untuk kebahagiaan dan kesejahteraan perempuan Indonesia,” pungkasnya.

Seminar “Mencari Inspirasi dan Tauladan dari Para Perempuan Hebat di Bidang STEM” menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga yang membahas pemberdayaan perempuan. Hadir pula CEO XL Axiata, Dian Siswarini yang menyampaikan materi tentang Pemimpin Perempuan di Kancah Teknologi. Ada juga Moorissa Tjokro, seorang Software Engineer yang membahas Diaspora Muda Mendunia. Terakhir, Head of AI Center ITB (U-CoE AI-VLB) sekaligus Co-Founder Prosa.ai,  Dr.Eng. Ayu Purwarianti yang membawakan materi Bukan Akademisi Biasa.


Dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2021 dan the ITU 10th Anniversary Girls in ICT 22 April 2021, Digital Entrepreneurship Academy bersama Young Professionals- Industry Relations IEEE Indonesia serta Google Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Workshop “Women in Digital Entrepreneurship”. Kegiatan dilakukan secara daring selama dua hari mulai 21-22 April2021 dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang luar biasa, mulai dari eksekutif, yudikatif hingga profesional.

Pelatihan perempuan dalam kewirausahaan digital merupakan pelatihan bagi digipreneur perempuan pemula dalam rangka mempersiapkan pengusaha tangguh untuk meningkatkan pendapatan usahanya dengan memanfaatkan teknologi. Peserta kegiatan ini akan mendapatkan pembekalan dari para pewirausaha perempuan.

Chairman Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini adalah contoh kerja sama yang erat antara pemerintah, industri dan komunitas profesi sebagai upaya bersama mencetak 22.000 wirausaha digital Indonesia dalam revolusi industri 4.0. Terlebih perkembangan internet saat ini telah membuka peluang bagi digitalpreneur Indonesia.

“Kegiatan seminar hari ini sangat penting karena bersamaan dengan momentum Hari Kartini sehingga diharapkan bisa menumbuhkan digitalpreneur perempuan dan mendorong lahirnya Kartini-Kartini baru di era digital,” ujarnya.

Wahyudi menambahkan, seminar dan pelatihan ini juga bertujuan untuk memperbaiki asimetris informasi mengenai dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah khususnya yang dikelola perempuan sehingga terjadi akselerasi bisnis digital dalam transformasi digital. Informasi terintegrasi dari lintas lembaga diharapkan mampu mendukung para pelaku usaha perempuan,

“Dalam mendukung sasaran tersebut IEEE Indonesia Section memiliki sumber daya dan ekspertis dalam mendukung program pemerintah dalam pertumbuhan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta digitalpreneur di Indonesia,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan bahwa semangat R.A Kartini semakin bergelora disetiap generasi dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat, hari ini Kartini muda Indonesia berliterasi melalui digital. Selama pandemi, para pelaku usaha perempuan yang memanfaatkan internet untuk berwirausaha meningkat tajam. Berdasarkan hasil riset pada Juni 2020 tercatat bahwa perempuan lebih banyak menggunakan internet untuk bisnis.

“Pada 2021 transaksi ekonomi digital diproyeksikan berkontribusi sebesar 337 Triliun terhadap perekonomian nasional. Ini menunjukan adanya pemanfaatan teknologi digital oleh usaha kecil dan menengah,” tuturnya.

Johnny mengungkapkan, “aku mau” adalah dua kata sederhana yang menjadi semboyan Ibu Kartini. Peringatan hari ini sudah seyogyanya jadi momentum untuk memperkuat kemauan dan upaya meningkatkan kesetaraan, keterwakilan serta peranan aktif perempuan di berbagai lini.

“Tugas kita saat ini adalah melakukan peningkatan keterampilan untuk lebih tanggap dan adaptif. Pada titik ini, Kominfo akan terus memberdayakan perempuan melalui melalui berbagai program digital. Salah satunya melalui kegiatan seminar dan pelatihan yang digelar selama dua hari ini,” ujarnya.

Seminar dan Workshop “Women in Digital Entrepreneurship” ini menghadirkan lima narasumber. Pertama, Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Viada Hafid yang menyampaikan materi tentang Kebijakan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital Entrepreneurship. Narasumber kedua adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga yang membahas Ketimpangan Gender di Berbagai Aspek. Narasumber ketiga yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandi Salahudin Uno yang menyampaikan materi tentang Women in Digital Entrepreneurship. Narasumber keempat adalah Sekjen Kominfo, Mira Tayyiba yang juga membahas tentang Women in Digital Entrepreneurship. Narasumber terakhir menghadirkan Head of Public Policy and Government Relations Google, Putri Alam yang membahas Pekerjaan dan Kewirausahaan berdasarkan Women Will Research 2020.


IEEE Indonesia Section bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan finalisasi naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pembahasan dilakukan secara daring pada Selasa, 30 Maret 2021.

Kegiatan dihadiri oleh IEEE Indonesia Section Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi serta para pengurus IEEE Indonesia Section. Hadir pula perwakilan Ditjen Dikti dari Biro Kerja Sama Kemdikbud.

Pertemuan ini mempertegas kembali tujuan kerja sama antara IEEE Indonesia Section dengan Ditjen Dikti adalah untuk meningkatkan Mutu, Kompetensi dan Profesionalitas dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Sains dan Teknologi.

Pembahasan PKS dilakukan secara terbuka. Kedua belah pihak diperkenankan untuk memberikan masukan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan implementasi kerja sama.

Setelah finalisasi naskah PKS, dalam waktu dekat IEEE Indonesia Section serta Ditjen Dikti akan melakukan penandatanganan.


IEEE R10 Information Management Committee Chair sekaligus Vice Chair IEEE Indonesia Section 2019-2020, Dr. Kurnianingsih terpilih sebagai penerima Member and Geographic Activities (MGA) Achievement Award 2020. Ia mendapat penghargaan atas kesuksesan penyelenggaraan kongres regional yang melibatkan mahasiswa, YP, WIE, dan LM, serta layanan informasi yang sangat baik untuk Region 10.

Kabar membanggakan ini disampaikan IEEE MGA Vice President 2020 sekaligus IEEE MGA Board Chair, Kukjin Chun pada 27 Januari 2021 melalui surat resmi. Nama Dr. Kurnianingsih terpilih sebagai nominasi oleh Takako Kashimoto bersama nominator lainnya, yaitu Lance Fung dan Nivas Ravichandran. Seleksi dilakukan oleh MGA Award dan Recognition Committee serta disetujui oleh IEEE MGA Board pada pertemuan 21 November 2020.

“Ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi, dan kami senang untuk memberikan penghormatan kepada Anda atas kontribusi luar biasa yang telah Anda lakukan untuk berbagai kegiatan IEEE dan teladan yang Anda berikan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran IEEE MGA Board,” ungkap Kukjin Chun kepada Kurnianingsih.

Dalam kesempatan yang berbeda, seluruh keluarga besar IEEE Indonesia Section mengucapkan selamat kepada IEEE R10 Information Management Committee Chair sekaligus Vice Chair IEEE Indonesia Section 2019-2020, Dr. Kurnianingsih atas MGA Achievement Award 2020. Semoga penghargaan tersebut dapat memotivasi anggota IEEE Indonesia Section yang lain untuk terus berkontribusi.


Ketua IEEE Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi mendapat kepercayaan sebagai salah seorang anggota Dewan Pendidikan Tinggi Periode 2021-2025. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18/E/KPT/2021. Berdasarkan surat tersebut, anggota Dewan Pendidikan Tinggi periode 2021-2025 merupakan gabungan dari pejabat Kementerian, Asosiasi Pendidikan Tinggi, Badan Usaha Milik Negara, Asosiasi profesi dan tokoh-tokoh pendidikan. Badan non struktural ini dipimpin langsung oleh Dirjen Pendidikan Tinggi sebagai Ketua.

Ketua IEEE Indonesia Section 2021, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi menyampaikan, IEEE Indonesia Section adalah unit regional dari IEEE, sebuah organisasi profesional teknik terbesar di dunia yang didedikasikan untuk memajukan teknologi demi kepentingan umat manusia dengan jaringan lebih dari 396.000 anggota IEEE di lebih dari 160 negara melalui kegiatan publikasi berkualitas tinggi, konferensi, standar teknologi, aktivitas profesional dan pendidikan. IEEE menghasilkan hampir sepertiga publikasi berkualitas tinggi bidang teknik kelistrikan, komputer dan elektronika di dunia. IEEE adalah pengembang terkemuka standar internasional yang mendukung tumbuhnya banyak produk dan layanan telekomunikasi, teknologi informasi dan pembangkit listrik yang inovatif saat ini, termasuk standar wifi IEEE 802.11 yang sangat luas digunakan, serta kegiatan terkait profesi lainnya.

IEEE Indonesia berdiri sejak 33 tahun yang lalu dan telah memiliki lebih dari 2.600 anggota serta lebih dari 50 anggota senior yang berasal dari kalangan profesional industri, akademisi dan pemerintahan. IEEE Indonesia juga telah mendukung pembentukan 25 Technical Society Chapter atau Joint Chapters yang merupakan wadah kegiatan teknis bagi anggota IEEE di Indonesia. IEEE Indonesia juga mensponsori lebih dari 50 konferensi internasional berkualitas tinggi terindeks scopus setiap tahunnya yang diselenggarakan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejak terbentuk di tahun 1988, IEEE Indonesia juga telah mensponsori terbitnya lebih dari 20,000 publikasi konferensi internasional IEEE dan lebih dari 260 publikasi Jurnal internasional IEEE oleh penulis Indonesia. IEEE selalu menjaga kualitas tinggi publikasinya sebagai bagian dari budaya intelektual.

“IEEE Indonesia juga telah mendukung pembentukan 24 University Student Branches dan 9 IEEE Student Branch Chapters yang menjadi wadah kegiatan teknikal dan sosial yang memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa dan mahasiswa pasca sarjana Indonesia. Dengan jaringan global yang luas serta pengalaman melakukan sinergi kegiatan-kegiatan ilmiah, inovasi dan profesional yang berkualitas tinggi, IEEE Indonesia siap berkontribusi dalam mendukung dan memberikan masukan bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia terutama dukungan pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga mendorong penguatan sinergi pentahelix dalam mendorong lahirnya inovasi teknologi di dalam negeri,” tutur Wahyudi dalam wawancara, Selasa 2 Maret 2021.

Dewan Pendidikan Tinggi merupakan forum konsultasi yang bertujuan memfasilitasi keterlibatan masyarakat untuk merumuskan bahan kebijakan pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. Sebagai badan konsultatif, Dewan Pendidikan Tinggi beranggotakan tokoh-tokoh nasional yang memiliki pengalaman dan kontribusi penting dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.


Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 usai digelar secara daring pada Sabtu, 27 Februari 2021. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.30-12.00 WIB. Kegiatan ini adalah seri kedua dari Workshop on Conference Management Series. Sebelumnya, IEEE Indonesia Section menyelenggarakan sesi pertama pada 30 Januari 2021.

IEEE Indonesia Section Chair 2021, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi menyampaikan, sesi kedua Workshop on Conference Management Series ini sangat penting. Oleh karenanya, IEEE Indonesia Section mengundang para pembicara yang sangat berpengalaman terkait Technical Program dan Proceeding Quality. Ia berharap para pembicara dapat memberikan pencerahan kepada organizer sehingga mampu menjaga kualitas konferensi IEEE Indonesia Section.

“Jangan sampai conference-nya bagus tapi proceeding-nya ditolak IEEExplore. Makanya kita buat workshop ini. Tentu dengan manajemen yang baik kita bisa menyelenggarakan konferensi yang baik. Apalagi konferensi IEEE adalah yang terbesar kalau kita lihat statistiknya. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas konferensi,” tuturnya.

Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 menghadirkan dua pembicara yaitu IEEE Indonesia Section Advisory Committee and Lecturer of Telkom University, Dr. Muhammad Ary Murti dan Chair of Computer Society Chapter and Lecturer of BINUS University. Dr. Ford Lumban Gaol.

Dr. Muhammad Ary Murti mengatakan, tujuan penyelenggaraan konferensi berbeda-beda. Bagi organizer, tujuan menyelenggarakan konferensi bisa karena ingin meningkatkan kemampuan, memberikan kesempatan kepada yang lain untuk berkontribusi, memberikan feedback untuk organisasi, kesenangan, hingga membangun citra atau branding.

Ada tiga pilar dalam mengelola konferensi yaitu sponsor, manajemen dan publikasi. Konferensi dinilai baik apabila memiliki kualitas yang baik. Kualitas ini perlu dijaga karena untuk menjaga reputasi IEEE, publikasi dan proceeding-nya terindeks, dan untuk menghindari masalah hukum seperti plagiat,” terangnya.

Dalam internasional conference, lanjut Ary, penyelenggara perlu memperhatikan komposisi paper. Komposisi yang baik adalah 75 persen internasional dan 25 persen nasional. “Begitupun dengan konferensi nasional, jangan sampai paper yang masuk kebanyakan paper internal,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ford Lumban Gaol mengungkapkan bahwa salah satu bagian paling penting dalam menyelenggarakan konferensi adalah pembentukan panitia. Biasanya panitia konferensi terdiri dari General Co-Chairs, Technical Program Chairs, Publication Chairs, International Co-Chairs, Industry Engagement Chair, Exhibition and Demo Chair, Local Arrangement Chair, Sspecial Track Program Chairs, Conference Treasurer, Webmaster dan Local Organizing Committee.

“Dalam TPC Structure  terdiri dari Technical Program Chair, Committee dan Reviewers. Technical Program terbagi menjadi tiga bagian, yaitu oral, poster dan workshop tutorial. Untuk oral, biasanya diberi waktu 15 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Sementara poster, keunggulannya adalah memiliki engagement yang lebih kuat dengan audience. Oleh karenanya penulis harus berada di dekat posternya masing-masing. Sedangkan workshop tutorial haruslah yang menarik agar diminati para peserta,” tukasnya.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan pada sesi diskusi. Kegiatan Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 diakhiri dengan foto bersama.

Video Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 dapat diakses melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=0TRK_haMZdc


Asia-Pasific Conference on Synthetic Apecture Radar (APSAR) menyelenggarakan Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia secara daring pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 13.30 WIB. Acara ini didukung oleh IEEE Indonesia Section, GRSS, Chiba University, Institut Teknologi Bandung, LAPAN, BPPT dan Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). Pra Konferensi APSAR 2021 merupakan acara pembuka dari rangkaian The 7th APSAR 2021 yang akan digelar pada 1-5 November 2021 di Bali.

Ketua Panitia Pra Konferensi APSAR 2021 sekaligus General Co-Chair of APSAR 2021, Prof. Ketut Wikantika menyampaikan ada tiga rangkaian kegiatan pembuka sebelum pelaksanaan The 7th APSAR 2021. Pertama, Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia. Kedua, Tutorial Series yang diberikan oleh para ahli -dilakukan pada tanggal 11 dan 24 Maret, 8 dan 22 April serta 20 Mei 2021. Terakhir Marathon Penginderaan Jauh Indonesia dan Bunga Rampai Penginderaan Jauh Indonesia.

“Marathon Penginderaan Jauh Indonesia memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua praktisi maupun peneliti untuk memaparkan apa saja yang sudah dilakukan terkait pemanfaatan penginderaan jauh Indonesia. Nanti paper yang terkumpul akan dipublikasikan ke dalam Bunga Rampai  Penginderaan Jauh Indonesia pada 6 Mei 2021,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, General Chair of APSAR 2021 and Lecture of Chiba University, Prof. Josaphat mengungkapkan bahwa APSAR selalu diadakan pada tahun ganjil dan menjadi simposium SAR terbesar di dunia. Awalnya APSAR hanya diselenggarakan di lima negara saja, yaitu Australia, Singapura, Jepang, Korea dan Cina.

“Namun, banyak orang Indonesia berkiprah di SAR sehingga diberi kesempatan mengadakan simposium di Indonesia. Tentu ini kesempatan yang luar biasa. Saya berharap para peneliti Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena para ahli SAR akan berkumpul di Bali,” tukas Josaphat.

Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia ini menghadirkan  Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin sebagai Keynote Speaker. Ia memaparkan materi tentang “Kontribusi LAPAN untuk Indonesia Melalui Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh”. Disampaikannya, secara umum pemanfaatan teknologi penginderaan jauh yang dilakukan LAPAN diantaranya terkait sumberdaya alam, lingkungan dan kebencanaan, serta pemanfaatan strategis.

“Terkait sumberdaya alam, LAPAN bersama Kementerian Pertanian memantau pertumbuhan padi, mulai fase tanam hingga panen. Dengan teknologi ini kita bisa mengetahui potensi panen padi. Penginderaan jauh LAPAN juga dapat memantau umur kelapa sawit di berbagai wilayah. Kemudian terkait perikanan, LAPAN memberikan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan dan sudah digunakan oleh nelayan. LAPAN juga memberikan informasi terkait kualitas air laut dan mangrove,” ujar Thomas.

Sementara untuk pemantauan lingkungan, lanjutnya, LAPAN bekerja sama bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memantau perubahan hutan, pemanfaatan hutan untuk perkebunan dan mangrove. LAPAN dengan menggunakan SAR juga dapat memantau perubahan Daerah Aliran Sungai (DAS), danau, perkotaan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, hingga penurunan permukaan tanah.

“Untuk kebencanaan, LAPAN memberikan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan, potensi banjir harian, potensi kekeringan bulanan, serta analisa dampak bencana (banjir, longsor, gempa, tsunami dll). Sementara terkait pemanfaatan strategis, LAPAN dengan Badan Narkotika Nasional bekerja sama untuk memantau area terindikasi lahan ganja. LAPAN juga memberikan informasi terkait daerah pertambangan, identifikasi objek-objek pajak  serta turut serta dalam proyek Papua Terang,” pungkasnya.

Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia juga menghadirkan enam pembicara yang kompeten, diantaranya sebagai berikut:

  1. Dr. M. Rokhis Khomarudin – Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN memaparkan materi tentang Status Pemanfaatan Penginderaan Jauh di Indonesia.

  1. Dr. Rizatus Shofiyati – Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian memaparkan materi tentang Penginderaan Jauh untuk Pertanian.

  1. Dr. Soni Darmawan – Departemen Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional, Bandung memaparkan materi tentang Teknologi Penginderaan Jauh dalam Penyiapan Informasi Geospasial Dasar dan Tematik.

  1. Dr. Laode M. Galok Jaya – Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Kendari memaparkan materi tentang Pemanfaatan INSAR untuk Studi Deformasi Infrastruktur Jalan dalam rangka Mitigasi Bencana.

  1. Dr. Firman Hadi – Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro memaparkan materi tentang Open Access Field Samples Library.

  1. Fabian SuryaP., Ph.D – Institute of Space and Earth System Science The Chinese University of Hong Kong memaparkan materi tentang Comparative Study of Significant Wave Height and Energy Over the Open Ocen and Coastal Waters Using Sentinel-1 SAR Imagery.

Video Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia dapat diakses melalui tautan berikut: https://youtu.be/ED_WRTk8kj8


IEEE Indonesia Section gave response towards the Draft Ministerial Regulation concerning the Master Plan and Technical Provisions for the Use of the Radio Frequency Spectrum for the Purposes of Terrestrial Broadcasting Radio on MF and VHF Band II Radio Frequency Bands.

The Indonesia Government is processing to evaluate the implementation of Digital Radio Technology based on Digital Radio Mondiale (DRM) to improve the quality of broadcasting radio. DRM is more spectrally efficient than AM and FM, allowing more stations, at higher quality, into a given amount of bandwitdh, using xHE-AAC audio coding format. Since it was officially established on September 11, 1945, the use of radio broadcasts as a broadcasting medium in Indonesia has continued to be carried out. Radio is used as a medium for accessing information. For 75 years the Indonesian people have only been able to receive AM and FM analog radio broadcasts.

It has become habit of IEEE Indonesia Section to participate through giving relevant feedback and input towards government that are in line with profession organization. Chair of Industry Relations IEEE Indonesia Section, Dr. Agnes Irwanti, initiated online Focus Group Discussion (FGD) with Dr. Denny Setiawan (Chair of Government Relations IEEE Indonesia Section), to discuss about some technical, commercial and other aspects of the implementation of DRM Radio, to the government.

The discussion result was aggregated in the forms of  technical and non-technical feedbacks, that was sent to Ministry of Communication and Information Technology of the Republic of Indonesia on January 25, 2021. It is arranged as the improvement from current regulation regarding radio frequency masterplan in AM and MF radio broadcasting, as well as the masterplan in radio frequency for FM broadcasting.

It also acts on the purpose in digital transformation policy and strategy of President Regulation of the Republic of Indonesia number 18 year 2020 about National Mid-Term Development Plan for 2020-2024, and anticipate broadcasting technology development in regulation number 11 year 2020 about Job Creation.

The serial online discussions was attended by Satriyo Dharmanto (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Arief Hamdani Gunawan (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Anggoro Widiawan (Chair of Professional Activity),  Eddy Setiawan (Vice Chair of Industry Relations IEEE Indonesia Section); Cleossa Lydwina Agdy Putri (Chair of Young Professionals IEEE Indonesia Section). Moreover, the discussion was also attended by Arnold Djiwatampu (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Kuncoro Wastuwibowo (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Dr. Agustan (Vice Chair of Government Relations IEEE Indonesia Section); Dr. Arifin Nugroho (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Dr. Ford Lumban Gaol (Chair of Computer Society IEEE Indonesia Section), and Beno Pradekso (Coordinator of Entrepreneurial & Triple Helix Networking Activities IEEE Indonesia Section).

Dr. Ing. Wahyudi Hasbi as Chair of IEEE Indonesia Section sent the feedback and input towards government, in the form of recommendation documents from IEEE Indonesia Section, ad above mentioned: The discussion was concluded the necessity of active participation from domestic manufacture industry also the drafting of national standard regarding its implementation.

It confidently will bring greater benefit for national interest, especially in entering digital era as well as giving support towards national industry level of contents, reach purchasing power of people, and the broadcast can reach the entire region of Indonesia. This implementation of Digital Radio in Indonesia is important agenda, and to be wait by Indonesia people, to have new experience in the Radio broadcasting access.


IEEE Indonesia Section menyelenggarakan Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE, Sabtu 20 Februari 2021. Webinar dimulai pukul 09.30 WIB dengan diikuti sekitar 95 peserta. Acara berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini juga berbarengan dengan seremoni sekaligus selebrasi 33 tahun IEEE Indonesia Section.

Webinar dihadiri Chair of IEEE Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi. Dalam sambutannya ia menyampaikan sejarah awal mula terbentuknya IEEE Indonesia Section. Disampaikannya, IEEE Indonesia Section terbentuk karena adanya kesamaan visi antara akademisi, profesional dan pemerintahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 33 tahun, IEEE Indonesia Section telah memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia melalui berbagai aktivitas.

“Ada lebih dari 20.000 IEEE Conference Publication, ada lebih dari 260 IEEE Journal Publication oleh penulis Indonesia. IEEE IS juga sudah melaksanakan lebih dari 50 aktivitas profesional, teknikal, non-teknikal, dan administrasi. Kita juga sudah mensponsori lebih dari 50 high quality conference,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wahyudi, IEEE Indonesia Section telah memiliki lebih dari 2500 anggota yang terdiri dari akademisi, profesional dan pemerintahan. IEEE Indonesia Section juga memiliki 25 Technical Society Chapter/Joint Chapter.

“Kita juga mendorong lahirnya 24 Student Branches dan 9 Student Branch Chapters. Ada pula 2 Affinity Group: Young Professional dan Women in Engineering serta 1 SIGHT on eHealth and Telemedicine. Untuk saat ini, kita sedang berupaya mendorong terbentuknya Subsection di timur Indonesia sehingga seluruh anggota IEEE IS bisa merasakan kedekatan dan manfaat bergabung menjadi anggota,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Advisory Board of IEEE Indonesia Section, Prof. Fitri Yuli Zulkifli mengapresiasi penyelenggaraan Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE. Ia menaruh harapan yang besar kepada para peserta untuk menggali wawasan sebanyak-banyaknya sehingga bermanfaat dalam meniti karir. Fitri juga turut berbahagia dengan 33 tahun IEEE Indonesia Section. Menurutnya, organisasi ini pernah jatuh bangun saat tahun 1998 dimana jumlah anggotanya turun drastis. Namun dengan semangat juang akhirnya bisa bertahan sampai sekarang.

Ucapan selamat juga disampaikan Director of IEEE Region 10, Deepak Mathur. Menurutnya IEEE Indonesia Section telah memberikan manfaat yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mengapresiasi jumlah anggota IEEE Indonesia Section yang sangat banyak, terdiri dari akademisi, profesional dan pemerintahan. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, baik sebagai pembicara maupun penyelenggara acara.

Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE ini menghadirkan tiga pembicara, di antaranya Operational Director of PT Telkomsat, Dr. Anggoro Kurnianto Widiawan; Rector of Institut Teknologi 10 November, Prof. Mohamad Ashari serta Director of the Regional Resource Development Technologi Center of BPPT, Dr. Agustan. Ketiga pembicara ini berbagi pengalamannya dalam meniti karir dengan memanfaatkan berbagai keuntungan sebagai anggota IEEE.

 


Setelah melakukan penjajakan kerja sama pada 2 Februari 2021, IEEE Indonesia Section bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan tindaklanjut pembahasan nota kesepahaman. Pembahasan dilakukan secara daring pada Jumat, 19 Februari 2021.

Kegiatan dihadiri oleh IEEE Indonesia Section Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi; IEEE Indonesia Section Vice Chair, Prof. Gamantyo Hendrantoro, dan pengurus IEEE Indonesia Section. Hadir pula perwakilan Dirjen Dikti dari Biro Kerja Sama.

Pembahasan nota kesepahaman dilakukan secara terbuka. Kedua belah pihak diperkenankan untuk memberikan masukan terkait hal-hal yang bisa dikerjasamakan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Diungkapkan bahwa tujuan kerja sama IEEE Indonesia Section dengan Dirjen Dikti adalah untuk meningkatkan Mutu, Kompetensi dan Profesionalitas dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Sains dan Teknologi di lingkungan mendetail Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dibahas pula ruang lingkup perjanjian kerja sama.  Sementara perihal hak dan kewajiban akan dibahas dalam pertemuan berikutnya.