Dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2021 dan the ITU 10th Anniversary Girls in ICT 22 April 2021, Digital Entrepreneurship Academy bersama Young Professionals- Industry Relations IEEE Indonesia serta Google Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Workshop “Women in Digital Entrepreneurship”. Kegiatan dilakukan secara daring selama dua hari mulai 21-22 April2021 dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang luar biasa, mulai dari eksekutif, yudikatif hingga profesional.

Pelatihan perempuan dalam kewirausahaan digital merupakan pelatihan bagi digipreneur perempuan pemula dalam rangka mempersiapkan pengusaha tangguh untuk meningkatkan pendapatan usahanya dengan memanfaatkan teknologi. Peserta kegiatan ini akan mendapatkan pembekalan dari para pewirausaha perempuan.

Chairman Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini adalah contoh kerja sama yang erat antara pemerintah, industri dan komunitas profesi sebagai upaya bersama mencetak 22.000 wirausaha digital Indonesia dalam revolusi industri 4.0. Terlebih perkembangan internet saat ini telah membuka peluang bagi digitalpreneur Indonesia.

“Kegiatan seminar hari ini sangat penting karena bersamaan dengan momentum Hari Kartini sehingga diharapkan bisa menumbuhkan digitalpreneur perempuan dan mendorong lahirnya Kartini-Kartini baru di era digital,” ujarnya.

Wahyudi menambahkan, seminar dan pelatihan ini juga bertujuan untuk memperbaiki asimetris informasi mengenai dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah khususnya yang dikelola perempuan sehingga terjadi akselerasi bisnis digital dalam transformasi digital. Informasi terintegrasi dari lintas lembaga diharapkan mampu mendukung para pelaku usaha perempuan,

“Dalam mendukung sasaran tersebut IEEE Indonesia Section memiliki sumber daya dan ekspertis dalam mendukung program pemerintah dalam pertumbuhan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta digitalpreneur di Indonesia,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan bahwa semangat R.A Kartini semakin bergelora disetiap generasi dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat, hari ini Kartini muda Indonesia berliterasi melalui digital. Selama pandemi, para pelaku usaha perempuan yang memanfaatkan internet untuk berwirausaha meningkat tajam. Berdasarkan hasil riset pada Juni 2020 tercatat bahwa perempuan lebih banyak menggunakan internet untuk bisnis.

“Pada 2021 transaksi ekonomi digital diproyeksikan berkontribusi sebesar 337 Triliun terhadap perekonomian nasional. Ini menunjukan adanya pemanfaatan teknologi digital oleh usaha kecil dan menengah,” tuturnya.

Johnny mengungkapkan, “aku mau” adalah dua kata sederhana yang menjadi semboyan Ibu Kartini. Peringatan hari ini sudah seyogyanya jadi momentum untuk memperkuat kemauan dan upaya meningkatkan kesetaraan, keterwakilan serta peranan aktif perempuan di berbagai lini.

“Tugas kita saat ini adalah melakukan peningkatan keterampilan untuk lebih tanggap dan adaptif. Pada titik ini, Kominfo akan terus memberdayakan perempuan melalui melalui berbagai program digital. Salah satunya melalui kegiatan seminar dan pelatihan yang digelar selama dua hari ini,” ujarnya.

Seminar dan Workshop “Women in Digital Entrepreneurship” ini menghadirkan lima narasumber. Pertama, Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Viada Hafid yang menyampaikan materi tentang Kebijakan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital Entrepreneurship. Narasumber kedua adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga yang membahas Ketimpangan Gender di Berbagai Aspek. Narasumber ketiga yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandi Salahudin Uno yang menyampaikan materi tentang Women in Digital Entrepreneurship. Narasumber keempat adalah Sekjen Kominfo, Mira Tayyiba yang juga membahas tentang Women in Digital Entrepreneurship. Narasumber terakhir menghadirkan Head of Public Policy and Government Relations Google, Putri Alam yang membahas Pekerjaan dan Kewirausahaan berdasarkan Women Will Research 2020.