IEEE Indonesia Section mengadakan pertemuan secara daring dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Selasa, 2 Februari 2021. Pertemuan tersebut membahas potensi sinkronisasi program IEEE Indonesia Section dengan Ditjen Dikti. Pertemuan ini dihadiri IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi; IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo; Dirjen Dikti, Prof. Nizam serta Sekretaris Ditjen Dikti, Dr. Paristiyanti. Hadir pula Pengurus IEEE Indonesia Section dan Pengurus Chapter IEEE Indonesia Section.

Dalam paparannya IEEE Indonesia Section 2021 Chair menyampaikan beberapa program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas dosen dan tenaga pembelajar. Pertama kerja sama peningkatan kualitas konferensi yang diselenggarakan perguruan tinggi. Kedua, menjadikan IEEE Journals, IEEE Conferences dan IEEExplore esbagai saluran luaran riset perguruan tinggi. Ketiga, mengagendakan kegiatan Distinguished Lecture Program dari IEEE fellow kelas dunia.

“Ada juga program IEEE lainnya seperti IEEE Indonesia Initiative on Data Science & Artificial Intelligence, kompetisi internasional untuk IEEE Student member seperti IEEExtreme yang mampu mengasah skill coding, team work dll. Sinergi IEEE dengan Dikti ini mampu mengembangkan standar teknologi di Indonesia, mampu mengkaji efektivitas dan efesiensi pelaksanaan kuliah online oleh pakar-pakar dari IEEE Education Technology Expert, Flagship IEEE Conference Indonesia Timur, serta usulan IEEE Indonesian Student Conference disandingkan dengan PIMNAS,” ujar Wahyudi.

Dalam kesempatan yang sama, IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair menyampaikan pelaksanaan kegiatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertama, Special Interest Group on Humanitarian Technology (SIGHT) dan Humanitarian Technology atau proyek kemanusiaan. Kedua, IEEE Student Branch sebagai awal keterlibatan mahasiswa dalam organisasi profesi internasional. Ketiga, menjadi jembatan kerja sama riset antar perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Keempat, menjadi jembatan kegiatan merdeka belajar mahasiswa ke industri, chapter dll.

“Kegiatannya bisa berupa proyek kemanusiaan, magang, riset, start-up dan lainnya,” tukas Gamantyo.

Potensi sinkronisasi ini disambut baik oleh Dirjen Dikti, Prof. Nizam. Menurutnya, IEEE Indonesia Section bisa menjadi sarana dalam implementasi program MBKM. Ia ingin mahasiswa bidang teknik di Indonesia bisa bergabung menjadi member IEEE Indonesia Section. IEEE juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas jurnal Indonesia sehingga bereputasi internasional.

Sesuai arahan tersebut, Sekretaris Ditjen Dikti, Dr. Paristiyanti menyampaikan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan berikutnya pada pekan depan untuk membahas MoU. “Apabila MoUnya sudah disepakati kedua belah pihak, pada pekan selanjutnya kita lakukan penandatanganan oleh Pak Dirjen,” tuturnya.