ComSTraC-DSC Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan bekerja sama dengan IEEE Student Branch Activities Indonesia menyelenggarakan IEEE Student Branch Initiation Workshop pada Sabtu, 6 Februari 2021. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yaitu Vice Chair IEEE Indonesia Section, Prof. Gamantyo Hendrantoro dan IEEE Student Branch Activities Committee, Muhammad Sabirin Hadis, M.T.

Chair IEEE Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi mengucapkan terimakasih kepada Dekan FMIPA Universitas Pakuan yang telah mengadakan kegiatan IEEE Student Branch Initiation Workshop. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting bagi pengembangan sumber daya manusia terutama mahasiswa perguruan tinggi. Wahyudi juga memberikan sedikit penjelasan tentang perkembangan IEEE di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FMIPA Universitas Pakuan Dr. Asep Denih menyambut baik peluang Student Branch dan siap memberikan fasilitas untuk anggota IEEE Indonesia Section (IS).  Asep berharap kegiatan ini bisa menjaring lebih dari 20 persen mahasiswa FMIPA Universitas Pakuan untuk bergabung di IEEE IS.

“IEEE Student Branch dalah wadah berkumpulnya mahasiswa untuk mendiskusikan masalah teknologi di level internasional. Anggota aktif tentunya dapat memberikan dampak positif di universitas, terutama dalam menyambut program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan peluang kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi,” ujarnya.

Asep juga berharap IEEE Student Branch Universitas Pakuan bisa menjadi tonggak sejarah untuk mengangkat mahasiswa ke level internasional. Dengan begitu, mahasiswa Indonesia bisa saling berkolaborasi satu sama lain bahkan dengan perguruan tinggi luar negeri dalam berbagai riset di berbagai negara.

Memasuki kegiatan utama Vice Chair IEEE Indonesia Section, Prof. Gamantyo Hendrantoro menjelaskan lebih dalam tentang IEEE, IEEE Indonesia Section dan IEEE Student Branch. Ia juga menjelaskan tentang keuntungan menjadi anggota IEEE.

“Pertama bisa mendapat beasiswa bergengsi. Lalu mendapat section funding atau semacam hadiah dari IEEE pusat karena keaktifannya. Anggota juga bisa mendapat penghargaan melalui berbagai macam kompetisi. Kemudian ada student travel grants yang biasanya didapat ketika mahasiswa akan mempresentasikan makalah di luar negeri. Keuntungan lainnya yaitu kita bisa berkenalan secara langsung dengan sesama anggota IEEE dari mancanegara bahkan berkenalan dengan Doktor, Profesor hingga profesional luar negeri,” paparnya.

Gamantyo juga menyampaikan keuntungan mengikuti IEEE Student Branch. Pertama, memiliki peluang untuk menambah jejaring. Kedua, funding. Ketiga, website hosting. Keempat, bisa mengundang pembicara dari akademisi hingga industri.

“Adapun program IEEE IS 2021 untuk Student Branch diantaranya distinguished lecture program, dituanrumahi oleh Student Branch di Indonesia, kolaborasi dengan conference organizer di perguruan tinggi masing-masing,  menjadi jembatan untuk menyelenggarakan MBKM dengan unit organisasi maupun mitra industri IEEE IS dan untuk Student Branch di Indonesia bagian timur akan membantu berbagai aktivitas IEEE Eastern Indonesia Subsection,” tukasnya.

Sementara itu, IEEE Student Branch Activities Committee, Muhammad Sabirin Hadis, M.T. menyampaikan materi tentang sistem teknikal pendirian Student Branch. Dijelaskannya, ada beberapa persyaratan dalam mendirikan Student Branch, yaitu dibutuhkan 3 IEEE Professional member atau 2 IEEE Professional member ditambah 1 IEEE Graduate Student member.

“Syarat kedua dibutuhkan 12 IEEE student member. Ketiga, perlunya dukungan dari Dekan atau Ketua Program Studi, dan terakhir universitas harus terdaftar di IEEE,” terangnya.

Apabila kampusnya belum terdaftar, lanjut Sabirin, bisa didaftarkan ke IEEE pusat. Estimasi registrasi paling lama dua minggu. Setelah syaratnya terpenuhi, langkah selanjutnya adalah mengisi petisi online. Kemudian kita akan diberikan tujuh informasi penting dalam mendirikan Student Branch.

“Yang paling bergengsi di IEEE ini adalah kompetisinya. Kita bersaing dengan Student Branch di luar negeri. Kita masuk ke IEEE berarti memilih lingkungan yang mendukung produktivitas kita di bidang teknik,” tukasnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. IEEE Student Branch Initiation Workshop pun diakhiri dengan foto bersama.


ComSTraC-DSC FMIPA Universitas Pakuan bekerja sama dengan IEEE Student Branch Activities Indonesia mengundang seluruh rekan Dosen dan Mahasiswa untuk berpartisipasi dan menghadiri acara “IEEE Student Branch Initiation Workshop”, pada :

📋Sabtu, 06 Februari 2021

⏳ 09.00 s.d 12.00 WIB

 

🎙️Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, Ph.D. (Vice Chair IEEE Indonesia Section)
🎙️Muhammad Sabirin Hadis, S. Pd., M.T. (IEEE Student Branch Activities Committee)

 

📇 Link Pendaftaran (Zoom Meeting)
https://forms.gle/rFcM5xtW2THbGSPaA

Link Youtube
http://bit.ly/ISBlive

Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi :
📧 comstrac-dsc@unpak.ac.id
📞 Prihastuti Harsani (081383639139)
Adriana Sari Aryani (081319833944)

Partisipasi rekan Dosen, dan Mahasiswa pada acara ini sangat kami harapkan.
Terima kasih. 🙏

Salam Hormat


IEEE Indonesia Section mengadakan pertemuan secara daring dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Selasa, 2 Februari 2021. Pertemuan tersebut membahas potensi sinkronisasi program IEEE Indonesia Section dengan Ditjen Dikti. Pertemuan ini dihadiri IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi; IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo; Dirjen Dikti, Prof. Nizam serta Sekretaris Ditjen Dikti, Dr. Paristiyanti. Hadir pula Pengurus IEEE Indonesia Section dan Pengurus Chapter IEEE Indonesia Section.

Dalam paparannya IEEE Indonesia Section 2021 Chair menyampaikan beberapa program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas dosen dan tenaga pembelajar. Pertama kerja sama peningkatan kualitas konferensi yang diselenggarakan perguruan tinggi. Kedua, menjadikan IEEE Journals, IEEE Conferences dan IEEExplore esbagai saluran luaran riset perguruan tinggi. Ketiga, mengagendakan kegiatan Distinguished Lecture Program dari IEEE fellow kelas dunia.

“Ada juga program IEEE lainnya seperti IEEE Indonesia Initiative on Data Science & Artificial Intelligence, kompetisi internasional untuk IEEE Student member seperti IEEExtreme yang mampu mengasah skill coding, team work dll. Sinergi IEEE dengan Dikti ini mampu mengembangkan standar teknologi di Indonesia, mampu mengkaji efektivitas dan efesiensi pelaksanaan kuliah online oleh pakar-pakar dari IEEE Education Technology Expert, Flagship IEEE Conference Indonesia Timur, serta usulan IEEE Indonesian Student Conference disandingkan dengan PIMNAS,” ujar Wahyudi.

Dalam kesempatan yang sama, IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair menyampaikan pelaksanaan kegiatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertama, Special Interest Group on Humanitarian Technology (SIGHT) dan Humanitarian Technology atau proyek kemanusiaan. Kedua, IEEE Student Branch sebagai awal keterlibatan mahasiswa dalam organisasi profesi internasional. Ketiga, menjadi jembatan kerja sama riset antar perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Keempat, menjadi jembatan kegiatan merdeka belajar mahasiswa ke industri, chapter dll.

“Kegiatannya bisa berupa proyek kemanusiaan, magang, riset, start-up dan lainnya,” tukas Gamantyo.

Potensi sinkronisasi ini disambut baik oleh Dirjen Dikti, Prof. Nizam. Menurutnya, IEEE Indonesia Section bisa menjadi sarana dalam implementasi program MBKM. Ia ingin mahasiswa bidang teknik di Indonesia bisa bergabung menjadi member IEEE Indonesia Section. IEEE juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas jurnal Indonesia sehingga bereputasi internasional.

Sesuai arahan tersebut, Sekretaris Ditjen Dikti, Dr. Paristiyanti menyampaikan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan berikutnya pada pekan depan untuk membahas MoU. “Apabila MoUnya sudah disepakati kedua belah pihak, pada pekan selanjutnya kita lakukan penandatanganan oleh Pak Dirjen,” tuturnya.


IEEE Indonesia Section menyelenggarakan Workshop on Conference Management Series pada Sabtu, 30 Januari 2021. Topik yang diusung pada seri pertama mengenai “Organizing a Conference” #1. Materi tersebut disampaikan oleh IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi serta IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo.

Kegiatan yang dimoderatori oleh IEEE-IS Conference Activities 2021 Lecturer Dept. Ilmu Komputer, FMIPA, IPB University, Auzi Asfarian, S.Komp, M.Kom ini dimulai pukul 09.00 WIB. Dalam paparannya, IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi menyampaikan beberapa kebijakan baru guna meningkatkan kualitas konferensi. Salah satunya yaitu mewajibkan leader conference menjadi anggota IEEE.  Tujuannya karena kita ingin mendorong kedekatan secara emosional sebagai anggota IEEE yang akan berusaha menjaga kualitas conference.

Kebijakan lainnya yaitu perubahan di LoA (Letter of Agreement) yang bisa diakses di website IEEE Indonesia Section. Kita juga nanti melibatkan Student Branch dan IEEE Technical Chapter yang relevan dengan konferensi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo menyampaikan perihal conference management. Menurutnya keberadaan sponsor dalam konferensi cukup penting. Salah satu manfaat yang didapat adalah memperluas jangkauan konferensi itu sendiri. Selain itu kita dapat menambah sumber daya serta jejaring.

“Sponsor juga dapat meningkatkan pengakuan pada instansi karena mampu menyelenggarakan konferensi. Kita perlu mendekati sponsor yang berpotensi sejak jauh-jauh hari,” tambahnya.

Gamantyo juga menjelaskan bahwa dalam menyelenggarakan konferensi diperlukan tim, technical program dan manajemen. Kesuksesan konferensi bergantung pada timnya. Oleh karena itu kita perlu merekrut anggota yang sudah berpengalaman maupun orang baru.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Acara pun berlangsung dengan lancar. Usai seri “Organizing a Conference” #1, IEEE Indonesia Section akan mengadakan seri kedua dan ketiga dalam waktu dekat. (Desy)


Dalam rangka meningkatkan kualitas konferensi di Indonesia, IEEE Indonesia Section menyelenggarakan Workshop on Conference Management Series. Kegiatan ini terdiri dari tiga seri.

Seri pertama membahas topik “Organizing a Conference” #1. Menghadirkan IEEE Indonesia Section 2021, Chair, Dr.Ing.Wahyudi Hasbi serta IEEE Indonesia Section 2021, Vice Chair, Prof. Gamantyo.

Workshop diselenggarakan pada Sabtu, 30 Januari 2021 secara daring pukul 09.00-11.30 WIB. Kegiatan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya apapun alias gratis. Berikut link pendaftarannya: https://bit.ly/vwcm1_Jan2021

Adapun seri kedua membahas topik Technical Program and Proceedings Quality. Sementara seri  ketiga membahas topik Virtual Conference Tools Training. Nantikan informasi lebih lanjut untuk seri kedua dan ketiga.

 


 Rapat perdana Pengurus IEEE Indonesia Section 2021 dengan Student Branches IEEE 2021 dan Chapters IEEE 2021 pada Sabtu, 23 Januari 2021 berlangsung lancar. Rapat yang digelar dalam dua sesi ini dilakukan secara daring. Sesi pertama dilakukan dengan Student Branches IEEE 2021 pada pukul 08.30-10.00 WIB, sedangkan sesi kedua dilakukan dengan Chapters IEEE 2021 pada pukul 10.00-12.00 WIB.

Rapat ini dipimpin langsung oleh IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr.Ing. Wahyudi Hasbi. Turut mendampingi IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo Hendrantoro. Hadir pula para pengurus IEEE Indonesia Section 2021 serta para member.

Pada sesi pertama IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr.Ing. Wahyudi Hasbi menyampaikan tentang visi-misi, perkembangan IEEE  Indonesia Section serta rencana kerja yang berkaitan dengan Student Branche. Wahyudi juga menjelaskan bahwa saat ini IEEE  Indonesia Section sudah memiliki 23 Student Branche.  Mereka akan didorong untuk berperan lebih aktif lagi dalam berbagai kegiatan.

“Jadi tidak hanya menambah jumlah member, tapi mengadakan kegiatan yang saling bersinergi. Dalam waktu dekat Universitas Negeri Malang akan bergabung,” ujarnya.

Wahyudi menambahkan, dalam waktu dekat IEEE Indonesia Section akan mengadakan Indonesia Student Branche Congres 2021, Member Gathering 2021, IEEExtreme, IEEE Day, Technical Meetings, Social Event, Local Student Branche Activity dan Mendukung Program Merdeka Belajar bagi mahasiswa anggota IEEE Indonesia Section.

Dalam kesempatan yang sama, IEEE Indonesia Section 2021 Vice Chair, Prof. Gamantyo Hendrantoro ingin Student Branche menggiatkan Program Merdeka Belajar dalam kegiatan IEEE. Begitu pun sebaliknya, ia ingin Student Branche memanfaatkan IEEE sebagai salah satu jalan mewujudkan Program Merdeka Belajar.

“Adapun kegiatan mahasiswa yang boleh dilakukan di luar Program Studi diantaranya pertukaran pelajar, magang, asisten mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi serta membangun desa,” jelasnya.

Pada sesi kedua IEEE Indonesia Section 2021 Chair, Dr.Ing. Wahyudi Hasbi menjelaskan tentang visi-misi, perkembangan IEEE  Indonesia Section serta rencana kerja yang berkaitan dengan Chapter. Disampaikannya, dalam waktu dekat pihaknya akan menyelenggarakan IEEE Cyberneticscom 2021 Conference (Theme: AI & Data Science related).  IEEE Indonesia Section juga akan menginisiasi Program Merdeka Belajar, inisiasi kerja sama antara Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) dengan IEEE Indonesia Section dan lainnya. (Desy)


IEEE Indonesia Section mengadakan diskusi tentang potensi pengembangan program Artificial Intelligence (AI) dan Data Science. Diskusi ini dilakukan secara daring dengan Praktisi Artificial Intelligence Indonesia, Rene Indiarto Widjaja pada Senin, 18 Januari 2021.

Sebelum membahas AI dan Data Science, IEEE Indonesia Section Chair Dr.Ing. Wahyudi Hasbi memberikan penjelasan singkat tentang IEEE atau Institute of Electrical and Electronics Engineers. Ia menjelaskan tentang IEEE, perkembangan IEEE Indonesia Section, technical societies, aktivitas yang dilakukan selama 2019 hingga visi-misi IEEE Indonesia Section Tahun 2021.

Dalam kesempatan yang sama Advisory Board IEEE Indonesia, Arief Hamdani Gunawan, S.T., M.Si mengulas keterkaitan antara IEEE, AI dan Data Science. Berdasarkan paparannya, IEEE memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan AI dan Data Science.

Memasuki sesi diskusi, Praktisi Artificial Intelligence Indonesia Rene Indiarto mengungkapkan, Indonesia mempunyai potensi sangat besar dalam bidang AI dan Data Science, tapi dalam pelaksanaannya masih tertinggal dengan negara lain. Negara-negara luar sudah investasi di bidang AI dan Data Science. Dananya tak tanggung-tanggung karena AI ini menunjukan keunggulan kompetitif bangsa.

Menurutnya Indonesia perlu mengembangkan AI dan Data Science lebih dari sekedar bisnis. Indonesia mesti bersatu dalam riset sehingga bisa membuat inovasi yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.

“Misalnya mengentaskan kemiskinan memakai AI. Kita bisa melakukan hal itu. Saat ini Dikti (Pendidikan Tinggi) sudah memuat kurikulum. Kolaborasi dengan industri juga sedang digalakan. Setiap Universitas sudah mengembangkan AI dan ini perlu disinergikan. Riset-risetnya perlu dibawa ke dunia internasional,” tuturnya.

Mengingat hal tersebut, Rene berharap IEEE Indonesia Section bisa mengoptimalkan “kekuatannya” di setiap Chapter serta kerjasama dengan organisasi luar negeri dalam mengembangkan AI. “Saya harap IEEE bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki,” tukasnya. (Desy)

 


Ada kabar gembira bagi semua member mahasiswa. IEEE headquarter memberikan diskon 50% untuk iuran keanggotaan. Promo ini berlaku hingga akhir Februari 2021.

Gunakan kode promo FUTURE50 untuk mendapat diskon. Kode promo berlaku bagi mahasiswa yang ingin memperpanjang masa keanggotaan maupun member baru.

Bagi mahasiswa yang sudah bergabung atau memperbarui masa keanggotaan tahun 2021 dengan harga penuh dan ingin memanfaatkan diskon 50% ini, dapat memperoleh pengembalian dana untuk pembaruan tahun depan dengan menghubungi Contact Center IEEE: contactcenter@ieee.org.


 IEEE Indonesia Section menyelenggarakan pertemuan secara daring pada Sabtu, 17 Januari 2021. Pertemuan ini membahas koordinasi tim serta penjelasan kepengurusan IEEE Indonesia Section 2021. Kegiatan dibuka dan dipimpin langsung oleh IEEE Indonesia Section Chair, Dr.Ing. Wahyudi Hasbi. Ia menjelaskan bahwa saat ini IEEE Indonesia Section memiliki 24 chapters, 24 Student Branches, 2 Affinity Groups dan 1 SIGHT oneHealth.

“Saat ini 2.431 member. Capaian tersebut harus kita pertahankan dan tingkatkan pada tahun ini (red-2021),” ujarnya.

Wahyudi menyampaikan, visi IEEE Indonesia Section tahun 2021 yaitu “Mewujudkan IEEE Indonesia sebagai organisasi sains dan teknologi dan profesional terkemuka di Indonesia”. Sementara misinya adalah “Untuk meningkatkan relevansi, kualitas, dan kuantitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan pendidikan tinggi dan industri melalui peningkatan kecakapan dan profesionalisme dalam sains dan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemanusiaan”.

Adapun Program Strategis yang akan dijalankan Tim IEEE Indonesia Section 2021 yaitu sebagai berikut:

  1. Memberikan pengakuan dan mendukung kontribusi anggota IEEE dalam sains dan teknologi untuk pengembangan kemanusiaan di Indonesia, terutama untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial dalam menghadapi tantangan global baru dan unik.
  2. Secara aktif mendukung dan memfasilitasi kegiatan bersama antara Pemerintah, Industri, Universitas, dan lembaga/organisasi lain di Indonesia.
  3. Memberdayakan hubungan yang lebih kuat antara universitas dan industri untuk memungkinkan transfer efektif teknologi inovatif dan konsep produk dan mempromosikan terjemahannya ke dalam pertumbuhan bisnis sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, dan dampak ekonomi secara keseluruhan
  4. Secara aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menyusun peraturan yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, terutama dalam menciptakan ekosistem yang baik bagi penelitian dan pengembangan produk berbasis teknologi di Indonesia.
  5. Mendorong dan memfasilitasi talenta muda dengan mempromosikan ide, keahlian, ketrampilan teknologi & inovasi, serta mendorong kolaborasi internasional.
  6. Memantapkan dan mengembangkan lebih lanjut program dan kegiatan: Konferensi, Program Kuliah Khusus, Lokakarya Teknis, Kongres, dan meningkatkan dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan IEEE di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
  7. Meningkatkan dampak IEEE Indonesia melalui kontribusi yang lebih baik dan lebih kompetitif dalam bentuk standar, paten, prototipe, makalah penelitian dan diseminasi, inisiatif regulasi, dan semua hasil relevan lainnya, sebagai indikator kinerja utama.

“Terkait peluang dan tantangan, berdasarkan hasil survei umumnya pada bulan Maret-Mei terjadi penurunan jumlah member yang baru setahun bergabung. Kita perlu mengantisipasi hal tersebut. Rata-rata member yang loyal itu adalah senior member. Tantangan lainnya kita adalah negara kepulauan, kualitas pendidikannya belum merata, kita juga punya tantangan terkait kualitas konferensi dan publikasi serta situasi pandemi,” tukasnya.

IEEE Indonesia Section Chair, Dr.Ing. Wahyudi Hasbi juga menyampaikan rencana kerja 2021, diantaranya:

  1. Mengadakan program pertukaran keahlian para anggota IEEE melalui kursus dan pelatihan berbasis online.
  2. Menyelenggarakan event-event yang mengakomodasi minat setiap komponen anggota IEEE di Indonesia, di antaranya yang berkarya di luar Jawa dan di Indonesia Timur, di sektor industri dan pemerintahan, para lulusan baru yang mulai meniti karir, serta para mahasiswa tingkat sarjana dan pascasarjana.
  3. Menjembatani program magang mahasiswa dan dosen di berbagai industry dan institusi riset Indonesia.
  4. Melakukan pertukaran informasi program penelitian pemerintah, industri dan universitas.
  5. Memfasilitasi kajian dan sosialisasi regulasi pemerintah terkait teknologi dan aplikasinya.
  6. Mendorong tumbuhnya Lembaga Sertifikasi Profesi berbasis standar IEEE serta secara aktif terlibat dalam pengimplementasian standar dan sosialisasi standar terbaru.
  7. Mendorong dan mendukung pemerintah dalam menciptakan regulasi yang menumbuhkan ekosistem riset yang mendukung tumbuhnya produk berbasis teknologi di Indonesia.
  8. Mendukung dan memfasilitasi peran serta Student Branch IEEEIndonesia dalam kontes dan event IEEE.
  9. Mengadakan Workshop pelaksanaan IEEE Conferencesecara gratis.
  10. Meningkatkan jumlah anggota baru IEEE Indonesia dengan berbagai kegiatan.
  11. Memberikan fleksibilitas finansial dalam pelaksanaan IEEE Conference di Indonesia.
  12. Mengembangkan sub-bagian baru di bawah IEEE Indonesia. Ini penting karena Indonesia adalah negara yang besar, sehingga dengan sub bagian baru, IEEE IS dapat menjangkau wilayah yang luas di seluruh Indonesia dengan lebih banyak keterlibatan relawan.
  13. Lebih banyak menerapkan program di daerah pedesaan, sehingga mereka dapat merasakan manfaat dari IEEE.
  14. Inisiatif untuk melakukan kegiatan pentahelix. Ini penting untuk membangun rekayasa masyarakat yang kuat.
  15. Lebih banyak kegiatan kemanusiaan dengan keterlibatan SB dan anggota di seluruh Indonesia.

(Desy)

 

 

 


Jakarta, ieee.id. IEEE has a strong base to initiate the goal of making innovation that will help us to get through in the new world environment, particularly in the emending challenge of COVID-19 Pandemic. It is important for us to have insights on what to expect later in the engineering field, and how to prepare ourselves to it.

Link Youtube: https://youtu.be/hV_86Ya2-08