IEEE Indonesia Section turut meramaikan IEEE Day Celebration 2021 dengan menyelenggarakan Webinar pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Chair IEEE Student Branch Udayana University, I Putu Firgiawan Prasetya menyampaikan, IEEE Day Celebration 2021 mengusung tema Leveraging Technology For A Better Tomorrow. Acara ini akan membahas secara mendalam tentang tren teknologi kemanusiaan saat ini di era transformasi digital, khususnya dalam aspek ketenagalistrikan dan energi, ilmu komputer, dan komunikasi. Acara ini diselenggarakan oleh IEEE Student Branch Udayana, Student Branch Institut Teknologi Bandung dan Student Branch Universitas Raharja.
Chair IEEE Indonesia Section, Dr.-Ing Wahyudi Hasbi mengatakan, IEEE Day Celebration adalah acara perayaan berkumpulnya para insinyur dan anggota IEEE di seluruh dunia untuk berbagi ide yang dimulai pada tahun 1884. Perayaan kali ini mengusung tema Leveraging Technology For A Better Tomorrow yang bertujuan untuk mengedukasi anggota dan mahasiswa, khususnya di bidang teknik dan sains tentang berbagai aspek teknologi.
Secara keseluruhan, kata Wahyudi, IEEE Indonesia Section telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap berbagai kegiatan yang mendorong ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski begitu IEEE Indonesia Section masih perlu mendorong peningkatan kualitas pada berbagai aspek. IEEE Indonesia yang terdiri dari para profesional, akademisi dan pemerintahan telah ikut memberikan sumbangsih nyata dalam berbagai aktivitas yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk dukungan pada pengembangan pendidikan tinggi. IEEE Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. IEEE Indonesia juga menjajaki kerjasama dengan industri melalui berbagai kegiatan.
IEEE Indonesia juga telah menerbitkan 20 ribu lebih publikasi prosiding IEEE, dan lebih dari 280 publikasi jurnal IEEE berkualitas tinggi dalam bidang engineering. IEEE Indonesia, lanjut Wahyudi, juga mensponsori lebih dari 70 konferensi ilmiah setiap tahunnya dan mengadakan lebih dari 50 kegiatan profesional teknikal dan non-teknikal setiap tahunnya.
Director IEEE REGION 10 (Asia-Pacific Region), Deepak Mathur dalam sambutannya mengungkapkan, teknologi saat ini berubah dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Kemajuan teknologi digital telah dipercepat dalam beberapa tahun terakhir akibat covid-19. Pandemi ini membuat dunia mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
“Pandemi membuat kita berpikir dan bersikap lebih efektif. Perhatian utama bagi kita semua adalah menjaga diri kita tetap aman dan sehat di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Deepak menyampaikan, sebagian besar dunia industri juga merasa khawatir terkait produktivitas dan profit . Covid-19 membuat bisnis benar-benar didefinisikan ulang. Bisnis semakin berubah. Banyak bisnis tutup. Model bisnis baru pun muncul dan dalam banyak kasus model ini menggantikan yang lama.
“Jadi dengan perubahan skenario yang cepat dari perspektif bisnis dan teknologi, kita dituntut cepat beradaptasi. Kita harus bekerja untuk memperoleh keterampilan baru, pengetahuan baru untuk menjaga diri tetap relevan dalam skenario yang berubah ini,” ujarnya.
Menurut Deepak IEEE sudah menyadari situasi ini. Itu membuktikan bahwa IEEE menjadi salah satu tempat terbaik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. “Telebih kita bisa berjejaring dengan para profesional yang mengikuti perkembangan teknologi. Mari kita menggunakan teknologi baru untuk memecahkan masalah masyarakat dan itu akan menjadi perayaan IEEE Day yang sebenarnya,” pungkas Deepak.

Acara dilanjutkan dengan IEEE Technical Society Talk dengan menghadirkan Chair IEEE Power and Energy Society Chapter Indonesia Section, Prof. Ir. A.N. Afandi, ST, MT, IPM, MIAEng, MIEEE, Ph.D. Ia membawakan materi tentang Potentian Reneweble Energy for Driving the Economic Remote Area. Ia memaparkan materi seputar clean energy yang terdiri dari green energy, renewable energy, net zero dan green sustainable. Adapun jenis renewable energy diantaranya hydro, solar, geothermal, wind, dan biomass. Ia juga menjelaskan tentang potensi renewable energy di Indonesia dimana setiap provinsi memiliki keunggulan masing-masing.
Afandi mengungkapkan, belum semua wilayah di Indonesia teraliri listrik khususnya di pedesaan. Masalah utamanya yaitu tingkat ekonomi desa kecil, investasi listrik kurang menarik di desa, kontur desa dan topologi yang sulit, serta sumber energi terbarukan yang tidak merata. Agar pedesaan bisa mendapatkan akses listrik maka membutuhkan beberapa pendekatan yaitu off-grid system, mini/micro grid system dan grid system extension.
Beralih pada pembicara kedua, Chair IEEE Computer Society Chapter Indonesia Section, Dr. Ford Lumban Gaol membahas tentang Computer Society saat ini di Indonesia. Ia juga membahas penelitian lebih lanjut tentang teknologi untuk perbaikan masa depan, tantangan saat ini dalam menerapkan teknologi kemanusiaan, serta tantangan dan tren penelitian Computer Society.
Menurutnya dalam beberapa tahun ke depan, manusia akan menguasai beberapa teknologi diantaranya masalah keamanan lintas sektor, gerakan kekayaan intelektual terbuka, keberlanjutan, kursus terbuka online secara besar-besaran, komputasi kuantum, perangkat dan nanoteknologi, Sirkuit terintegrasi 3D, memori universal, multicore, fotonik, jaringan dan interkonektivitas, jaringan yang ditentukan perangkat lunak, komputasi berperforma tinggi, cloud computing, IOT, natural user interfaces, pencetakan 3D, big data dan analisisnya, pembelajaran mesin dan sistem cerdas, visi komputer dan pengenalan pola, ilmu kehidupan, biologi komputasi dan bioinformatika hingga robotika medis.
“Adapun tantangan masa depan Computer Society diantaranya publikasi, kegiatan profesional, kegiatan teknikal dan konferensi, kegiatan pendidikan, standarisasi, keanggotaan dan kegiatan geografis,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Wiseto Agung selaku Chair IEEE Communications Society Chapter Indonesia Section memberikan pemaparan tentang IEEE ComSoc Indonesia Chapter. Wiseto mengatakan, anggota ComSoc Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Februari 2020 beranggotakan 76 anggota, kemudian pada Oktober 2021 bertambah menjadi 98 anggota.
“Pada tahun ini ComSoc Indonesia telah menyelenggarakan 22 kegiatan berkolaborasi dengan 6 perguruan tinggi dan ComSoc NY Chapter,” terangnya.
Wiseto juga menjelaskan tentang Communications Research Area and Trend. Menurutnya, Tren penelitian saat ini berkaitan dengan tactile internet, computer communications, data storage, big data, communications switching and routing, communications software, communications quality and reliability dan lainnya.

Terakhir, Wiseto menjelaskan tentang Industry Ecosystem. Menurutnya Ekosistem industri di Indonesia terdiri dari Device Manufactures, Network Infrastructure manufactures, platform companies, OTT, Network Operators, Professional Organization, Universities, Startups, Venture Capital, Regulators, Standardization Bodies, dan Pengguna.
Guna semakin menyemarakan IEEE Day Celebration 2021, Webinar Leveraging Technology For A Better Tomorrow juga menghadirkan Reza Ramadhana selaku Area Manager Toyota After Sales Trading Indonesia untuk memberikan wawasan terkait dunia industri
Reza menjelaskan, manajerial kerja dunia otomotif sekarang ini sudah mengalami perubahan. Akibat pandemi, sistem kerja saat ini harus beradaptasi dari yang offline berubah menjadi online. Marketing yang dulunya offline kini berubah menjadi digital marketing. “Showroom saat ini hingga ke depan sepertinya tidak terlalu efektif lagi, sehingga perusahaan berfokus pada digital marketing dan simulasi sirkuit,” tuturnya.
Adaptasi juga terjadi pada teknologi otomotif itu sendiri, ungkap Reza. Di masa depan otomotif tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil melainkan sudah bertenaga listrik. Indonesia sedang bersiap menuju ke arah tersebut.
Kita membutuhkan infrastruktur yang mumpuni untuk menunjang kebutuhan kendaraan listrik. Makanya untuk saat ini otomotif yang cocok di Indonesia adalah yang menggunakan sistem hybrid. Sistem ini menggabungkan mesin bensin dan motor/generator listrik, tujuannya untuk mewujudkan pengalaman berkendara berteknologi mutakhir dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Setelah penyampaian materi oleh para narasumber, IEEE Day Celebration 2021 juga dimeriahkan dengan kegiatan IEEE Indonesia Section Chapter Award 2021. Kegiatan semakin semarak dengan kegiatan student congress serta student competition yang dimenangkan oleh Institut Teknologi Bandung (juara ke-1), Universitas Diponegoro (juara ke-2), dan Universitas Udayana (juara ke-3).

