Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 usai digelar secara daring pada Sabtu, 27 Februari 2021. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.30-12.00 WIB. Kegiatan ini adalah seri kedua dari Workshop on Conference Management Series. Sebelumnya, IEEE Indonesia Section menyelenggarakan sesi pertama pada 30 Januari 2021.

IEEE Indonesia Section Chair 2021, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi menyampaikan, sesi kedua Workshop on Conference Management Series ini sangat penting. Oleh karenanya, IEEE Indonesia Section mengundang para pembicara yang sangat berpengalaman terkait Technical Program dan Proceeding Quality. Ia berharap para pembicara dapat memberikan pencerahan kepada organizer sehingga mampu menjaga kualitas konferensi IEEE Indonesia Section.

“Jangan sampai conference-nya bagus tapi proceeding-nya ditolak IEEExplore. Makanya kita buat workshop ini. Tentu dengan manajemen yang baik kita bisa menyelenggarakan konferensi yang baik. Apalagi konferensi IEEE adalah yang terbesar kalau kita lihat statistiknya. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas konferensi,” tuturnya.

Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 menghadirkan dua pembicara yaitu IEEE Indonesia Section Advisory Committee and Lecturer of Telkom University, Dr. Muhammad Ary Murti dan Chair of Computer Society Chapter and Lecturer of BINUS University. Dr. Ford Lumban Gaol.

Dr. Muhammad Ary Murti mengatakan, tujuan penyelenggaraan konferensi berbeda-beda. Bagi organizer, tujuan menyelenggarakan konferensi bisa karena ingin meningkatkan kemampuan, memberikan kesempatan kepada yang lain untuk berkontribusi, memberikan feedback untuk organisasi, kesenangan, hingga membangun citra atau branding.

Ada tiga pilar dalam mengelola konferensi yaitu sponsor, manajemen dan publikasi. Konferensi dinilai baik apabila memiliki kualitas yang baik. Kualitas ini perlu dijaga karena untuk menjaga reputasi IEEE, publikasi dan proceeding-nya terindeks, dan untuk menghindari masalah hukum seperti plagiat,” terangnya.

Dalam internasional conference, lanjut Ary, penyelenggara perlu memperhatikan komposisi paper. Komposisi yang baik adalah 75 persen internasional dan 25 persen nasional. “Begitupun dengan konferensi nasional, jangan sampai paper yang masuk kebanyakan paper internal,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ford Lumban Gaol mengungkapkan bahwa salah satu bagian paling penting dalam menyelenggarakan konferensi adalah pembentukan panitia. Biasanya panitia konferensi terdiri dari General Co-Chairs, Technical Program Chairs, Publication Chairs, International Co-Chairs, Industry Engagement Chair, Exhibition and Demo Chair, Local Arrangement Chair, Sspecial Track Program Chairs, Conference Treasurer, Webmaster dan Local Organizing Committee.

“Dalam TPC Structure  terdiri dari Technical Program Chair, Committee dan Reviewers. Technical Program terbagi menjadi tiga bagian, yaitu oral, poster dan workshop tutorial. Untuk oral, biasanya diberi waktu 15 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Sementara poster, keunggulannya adalah memiliki engagement yang lebih kuat dengan audience. Oleh karenanya penulis harus berada di dekat posternya masing-masing. Sedangkan workshop tutorial haruslah yang menarik agar diminati para peserta,” tukasnya.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan pada sesi diskusi. Kegiatan Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 diakhiri dengan foto bersama.

Video Workshop on Conference Management Series: “Technical Program and Proceedings Quality” #2 dapat diakses melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=0TRK_haMZdc


Asia-Pasific Conference on Synthetic Apecture Radar (APSAR) menyelenggarakan Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia secara daring pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 13.30 WIB. Acara ini didukung oleh IEEE Indonesia Section, GRSS, Chiba University, Institut Teknologi Bandung, LAPAN, BPPT dan Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). Pra Konferensi APSAR 2021 merupakan acara pembuka dari rangkaian The 7th APSAR 2021 yang akan digelar pada 1-5 November 2021 di Bali.

Ketua Panitia Pra Konferensi APSAR 2021 sekaligus General Co-Chair of APSAR 2021, Prof. Ketut Wikantika menyampaikan ada tiga rangkaian kegiatan pembuka sebelum pelaksanaan The 7th APSAR 2021. Pertama, Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia. Kedua, Tutorial Series yang diberikan oleh para ahli -dilakukan pada tanggal 11 dan 24 Maret, 8 dan 22 April serta 20 Mei 2021. Terakhir Marathon Penginderaan Jauh Indonesia dan Bunga Rampai Penginderaan Jauh Indonesia.

“Marathon Penginderaan Jauh Indonesia memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua praktisi maupun peneliti untuk memaparkan apa saja yang sudah dilakukan terkait pemanfaatan penginderaan jauh Indonesia. Nanti paper yang terkumpul akan dipublikasikan ke dalam Bunga Rampai  Penginderaan Jauh Indonesia pada 6 Mei 2021,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, General Chair of APSAR 2021 and Lecture of Chiba University, Prof. Josaphat mengungkapkan bahwa APSAR selalu diadakan pada tahun ganjil dan menjadi simposium SAR terbesar di dunia. Awalnya APSAR hanya diselenggarakan di lima negara saja, yaitu Australia, Singapura, Jepang, Korea dan Cina.

“Namun, banyak orang Indonesia berkiprah di SAR sehingga diberi kesempatan mengadakan simposium di Indonesia. Tentu ini kesempatan yang luar biasa. Saya berharap para peneliti Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena para ahli SAR akan berkumpul di Bali,” tukas Josaphat.

Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia ini menghadirkan  Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin sebagai Keynote Speaker. Ia memaparkan materi tentang “Kontribusi LAPAN untuk Indonesia Melalui Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh”. Disampaikannya, secara umum pemanfaatan teknologi penginderaan jauh yang dilakukan LAPAN diantaranya terkait sumberdaya alam, lingkungan dan kebencanaan, serta pemanfaatan strategis.

“Terkait sumberdaya alam, LAPAN bersama Kementerian Pertanian memantau pertumbuhan padi, mulai fase tanam hingga panen. Dengan teknologi ini kita bisa mengetahui potensi panen padi. Penginderaan jauh LAPAN juga dapat memantau umur kelapa sawit di berbagai wilayah. Kemudian terkait perikanan, LAPAN memberikan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan dan sudah digunakan oleh nelayan. LAPAN juga memberikan informasi terkait kualitas air laut dan mangrove,” ujar Thomas.

Sementara untuk pemantauan lingkungan, lanjutnya, LAPAN bekerja sama bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memantau perubahan hutan, pemanfaatan hutan untuk perkebunan dan mangrove. LAPAN dengan menggunakan SAR juga dapat memantau perubahan Daerah Aliran Sungai (DAS), danau, perkotaan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, hingga penurunan permukaan tanah.

“Untuk kebencanaan, LAPAN memberikan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan, potensi banjir harian, potensi kekeringan bulanan, serta analisa dampak bencana (banjir, longsor, gempa, tsunami dll). Sementara terkait pemanfaatan strategis, LAPAN dengan Badan Narkotika Nasional bekerja sama untuk memantau area terindikasi lahan ganja. LAPAN juga memberikan informasi terkait daerah pertambangan, identifikasi objek-objek pajak  serta turut serta dalam proyek Papua Terang,” pungkasnya.

Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia juga menghadirkan enam pembicara yang kompeten, diantaranya sebagai berikut:

  1. Dr. M. Rokhis Khomarudin – Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN memaparkan materi tentang Status Pemanfaatan Penginderaan Jauh di Indonesia.

  1. Dr. Rizatus Shofiyati – Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian memaparkan materi tentang Penginderaan Jauh untuk Pertanian.

  1. Dr. Soni Darmawan – Departemen Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional, Bandung memaparkan materi tentang Teknologi Penginderaan Jauh dalam Penyiapan Informasi Geospasial Dasar dan Tematik.

  1. Dr. Laode M. Galok Jaya – Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Kendari memaparkan materi tentang Pemanfaatan INSAR untuk Studi Deformasi Infrastruktur Jalan dalam rangka Mitigasi Bencana.

  1. Dr. Firman Hadi – Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro memaparkan materi tentang Open Access Field Samples Library.

  1. Fabian SuryaP., Ph.D – Institute of Space and Earth System Science The Chinese University of Hong Kong memaparkan materi tentang Comparative Study of Significant Wave Height and Energy Over the Open Ocen and Coastal Waters Using Sentinel-1 SAR Imagery.

Video Pra Konferensi APSAR 2021: Talkshow Penginderaan Jauh Indonesia dapat diakses melalui tautan berikut: https://youtu.be/ED_WRTk8kj8


IEEE Indonesia Section gave response towards the Draft Ministerial Regulation concerning the Master Plan and Technical Provisions for the Use of the Radio Frequency Spectrum for the Purposes of Terrestrial Broadcasting Radio on MF and VHF Band II Radio Frequency Bands.

The Indonesia Government is processing to evaluate the implementation of Digital Radio Technology based on Digital Radio Mondiale (DRM) to improve the quality of broadcasting radio. DRM is more spectrally efficient than AM and FM, allowing more stations, at higher quality, into a given amount of bandwitdh, using xHE-AAC audio coding format. Since it was officially established on September 11, 1945, the use of radio broadcasts as a broadcasting medium in Indonesia has continued to be carried out. Radio is used as a medium for accessing information. For 75 years the Indonesian people have only been able to receive AM and FM analog radio broadcasts.

It has become habit of IEEE Indonesia Section to participate through giving relevant feedback and input towards government that are in line with profession organization. Chair of Industry Relations IEEE Indonesia Section, Dr. Agnes Irwanti, initiated online Focus Group Discussion (FGD) with Dr. Denny Setiawan (Chair of Government Relations IEEE Indonesia Section), to discuss about some technical, commercial and other aspects of the implementation of DRM Radio, to the government.

The discussion result was aggregated in the forms of  technical and non-technical feedbacks, that was sent to Ministry of Communication and Information Technology of the Republic of Indonesia on January 25, 2021. It is arranged as the improvement from current regulation regarding radio frequency masterplan in AM and MF radio broadcasting, as well as the masterplan in radio frequency for FM broadcasting.

It also acts on the purpose in digital transformation policy and strategy of President Regulation of the Republic of Indonesia number 18 year 2020 about National Mid-Term Development Plan for 2020-2024, and anticipate broadcasting technology development in regulation number 11 year 2020 about Job Creation.

The serial online discussions was attended by Satriyo Dharmanto (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Arief Hamdani Gunawan (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Anggoro Widiawan (Chair of Professional Activity),  Eddy Setiawan (Vice Chair of Industry Relations IEEE Indonesia Section); Cleossa Lydwina Agdy Putri (Chair of Young Professionals IEEE Indonesia Section). Moreover, the discussion was also attended by Arnold Djiwatampu (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Kuncoro Wastuwibowo (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Dr. Agustan (Vice Chair of Government Relations IEEE Indonesia Section); Dr. Arifin Nugroho (Advisory Board of IEEE Indonesia Section); Dr. Ford Lumban Gaol (Chair of Computer Society IEEE Indonesia Section), and Beno Pradekso (Coordinator of Entrepreneurial & Triple Helix Networking Activities IEEE Indonesia Section).

Dr. Ing. Wahyudi Hasbi as Chair of IEEE Indonesia Section sent the feedback and input towards government, in the form of recommendation documents from IEEE Indonesia Section, ad above mentioned: The discussion was concluded the necessity of active participation from domestic manufacture industry also the drafting of national standard regarding its implementation.

It confidently will bring greater benefit for national interest, especially in entering digital era as well as giving support towards national industry level of contents, reach purchasing power of people, and the broadcast can reach the entire region of Indonesia. This implementation of Digital Radio in Indonesia is important agenda, and to be wait by Indonesia people, to have new experience in the Radio broadcasting access.


ARS University bekerjasama dengan IEEE Comsoc Indonesia Chapter, menyelenggarakan Webinar dengan tema : Tren Inovasi dan Kekayaan Intelektual di Perguruan Tinggi

Opening by :
Prof. Dr. H. Purwadhi, M.Pd ( Rektor ARS University)

Guest speaker:
Dr. Fal Sadikin
Researcher, Philip Signify, Netherland

Host :
Dr. Wiseto Agung, SMIEEE
(Warek Kerjasama & Inovasi ARS University dan Chair of IEEE Comsoc Indonesia Chapter)

Yang akan diselenggarakan pada :
Hari/ Tanggal : Senin, 1 Maret 2021
Pukul : 13.00 WIB

Melalui Channel Youtube ARS TV pada link : https://bit.ly/ARS-TV

Link Pendaftaran :
http://bit.ly/DaftarWebinARS


Workshop on Conference Management Series
“Technical Program and Proceedings Quality” #2

Saturday, 27 February 2021
08.30-12.00 WIB
via Zoom

Free

Register: https://bit.ly/vwcm2_Feb2021

Welcome Remarks:
– IEEE Indonesia Section Chair 2021 – Dr. Ing. Wahyudi Hasbi

Speakers:
– IEEE Indonesia Section Advisory Committee and Lecturer of Telkom University – Dr. Muhammad Ary Murti

– Chair of Computer Society Chapter and Lecturer of BINUS University – Dr. Ford Lumban Gaol


IEEE Indonesia Section menyelenggarakan Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE, Sabtu 20 Februari 2021. Webinar dimulai pukul 09.30 WIB dengan diikuti sekitar 95 peserta. Acara berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini juga berbarengan dengan seremoni sekaligus selebrasi 33 tahun IEEE Indonesia Section.

Webinar dihadiri Chair of IEEE Indonesia Section, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi. Dalam sambutannya ia menyampaikan sejarah awal mula terbentuknya IEEE Indonesia Section. Disampaikannya, IEEE Indonesia Section terbentuk karena adanya kesamaan visi antara akademisi, profesional dan pemerintahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 33 tahun, IEEE Indonesia Section telah memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia melalui berbagai aktivitas.

“Ada lebih dari 20.000 IEEE Conference Publication, ada lebih dari 260 IEEE Journal Publication oleh penulis Indonesia. IEEE IS juga sudah melaksanakan lebih dari 50 aktivitas profesional, teknikal, non-teknikal, dan administrasi. Kita juga sudah mensponsori lebih dari 50 high quality conference,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wahyudi, IEEE Indonesia Section telah memiliki lebih dari 2500 anggota yang terdiri dari akademisi, profesional dan pemerintahan. IEEE Indonesia Section juga memiliki 25 Technical Society Chapter/Joint Chapter.

“Kita juga mendorong lahirnya 24 Student Branches dan 9 Student Branch Chapters. Ada pula 2 Affinity Group: Young Professional dan Women in Engineering serta 1 SIGHT on eHealth and Telemedicine. Untuk saat ini, kita sedang berupaya mendorong terbentuknya Subsection di timur Indonesia sehingga seluruh anggota IEEE IS bisa merasakan kedekatan dan manfaat bergabung menjadi anggota,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Advisory Board of IEEE Indonesia Section, Prof. Fitri Yuli Zulkifli mengapresiasi penyelenggaraan Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE. Ia menaruh harapan yang besar kepada para peserta untuk menggali wawasan sebanyak-banyaknya sehingga bermanfaat dalam meniti karir. Fitri juga turut berbahagia dengan 33 tahun IEEE Indonesia Section. Menurutnya, organisasi ini pernah jatuh bangun saat tahun 1998 dimana jumlah anggotanya turun drastis. Namun dengan semangat juang akhirnya bisa bertahan sampai sekarang.

Ucapan selamat juga disampaikan Director of IEEE Region 10, Deepak Mathur. Menurutnya IEEE Indonesia Section telah memberikan manfaat yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mengapresiasi jumlah anggota IEEE Indonesia Section yang sangat banyak, terdiri dari akademisi, profesional dan pemerintahan. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, baik sebagai pembicara maupun penyelenggara acara.

Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE ini menghadirkan tiga pembicara, di antaranya Operational Director of PT Telkomsat, Dr. Anggoro Kurnianto Widiawan; Rector of Institut Teknologi 10 November, Prof. Mohamad Ashari serta Director of the Regional Resource Development Technologi Center of BPPT, Dr. Agustan. Ketiga pembicara ini berbagi pengalamannya dalam meniti karir dengan memanfaatkan berbagai keuntungan sebagai anggota IEEE.

 


Setelah melakukan penjajakan kerja sama pada 2 Februari 2021, IEEE Indonesia Section bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan tindaklanjut pembahasan nota kesepahaman. Pembahasan dilakukan secara daring pada Jumat, 19 Februari 2021.

Kegiatan dihadiri oleh IEEE Indonesia Section Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi; IEEE Indonesia Section Vice Chair, Prof. Gamantyo Hendrantoro, dan pengurus IEEE Indonesia Section. Hadir pula perwakilan Dirjen Dikti dari Biro Kerja Sama.

Pembahasan nota kesepahaman dilakukan secara terbuka. Kedua belah pihak diperkenankan untuk memberikan masukan terkait hal-hal yang bisa dikerjasamakan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Diungkapkan bahwa tujuan kerja sama IEEE Indonesia Section dengan Dirjen Dikti adalah untuk meningkatkan Mutu, Kompetensi dan Profesionalitas dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Sains dan Teknologi di lingkungan mendetail Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dibahas pula ruang lingkup perjanjian kerja sama.  Sementara perihal hak dan kewajiban akan dibahas dalam pertemuan berikutnya.

 

 


Award and Recognition Activities, IEEE Indonesia Section akan memberikan rekognisi untuk anggota IEEE Indonesia Section yang melakukan publikasi di Jurnal/Letters/Transaction terbitan IEEE.

Syarat-syarat untuk bisa mendapatkan rekognisi:

  1. Penulis merupakan anggota (baik student member, associate member, member, senior member, life member, dll.) IEEE Indonesia Section yang status keanggotaannya dalam keadaan aktif.
  2. Penulis berafiliasi dengan institusi di Indonesia yang tercantum di makalah yang diajukan
  3. Baik first author maupun co-authors bisa mengajukan permintaan rekognisi dan perlu diajukan masing-masing secara terpisah
  4. Makalah telah terbit di jurnal/letters/transaction terbitan IEEE
  5. Makalah belum pernah di-klaim untuk rekognisi dari IEEE IS
  6. Makalah diterbitkan antara 1 Jan 2020 – Feb 2021

IEEE IS akan mengevaluasi submisi permintaan rekognisi ini dan jika memenuhi syarat, maka penulis akan dihubungi. Rekognisi yang diberikan akan berupa e-certificate.

Pengajuan makalah yang hendak direkognisi bisa diajukan melalui: bit.ly/IEEEISPubRecog.

Untuk korespondensi, silakan hubungi Award and Recognition IEEE IS: award.ieeeis@gmail.com

 


Election Debate IEEE ITB Student Branch 2021/2022. The debate day will be held on:

Day: Friday, February 19, 2021
Time: 07.30 – 09.30 PM
via Zoom

  • Candidate #1 : Medeline Agita Tenardi – Biomedical Engineering 2019
  • Candidate #2 : Alifia Zahratul Ilmi – Biomedical Engineering 2019

Panelists:

  • Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T. – School of Electrical Engineering and Informatics
  • Dr. Ing. Wahyudi Hasbi – IEEE Indonesia Section Chair 2021
  • Dr. Saaveethya Sivakumar – IEEE Region 10 Student Representative

#electionIEEE2021 #IEEEITBSB #IEEEIS


Dalam rangka meningkatkan profesionalisme perjalanan karir member IEEE Indonesia, Young Professional Afinity Group, Professional Activities, Sponsorship & Endorsement Activities serta Universitas Hasanuddin IEEE Student Branch, IEEE Indonesia Section akan mengadakan kegiatan Webinar Professional Development Workshop: Early Career Life with IEEE.

Kegiatan ini akan dilakukan pada Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 09.30-12.30 WIB. Terbuka untuk umum. Tempat terbatas.

Segera lakukan pendaftaran melalui link berikut: http://bit.ly/IEEELife.

Menghadirkan pembicara dari para tokoh anggota IEEE yang berasal dari sektor industri, akademik dan pemerintahan, diantaranya:

  1. Dr. Anggoro Kurnianto Widiawan,

– Direktur Operasi PT. Telkomsat

– Professional Activity IEEE Indonesia Section

  1. Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng

– Rektor Institut Teknologi Nopember (ITS)

– Rektor Universitas Telkom 2013-2018

  1. Dr. Agustan, S.T., M.Sc.

– Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah, BPPT

– Ketua Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN)

Kegiatan ini juga dapat diikuti secara live melalui kanal Youtube IEEE Indonesia Section: http://bit.ly/Protube