
IEEE Indonesia Section bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Mutu, Kompetensi dan Profesionalitas dalam Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Sains dan Teknologi, secara daring pada Selasa 27 Juli 2021.
Perjanjian Kerja Sama dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D; Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P.; IEEE Indonesia Section Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom.; IEEE Indonesia Section Vice Chair, Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, M. Eng., Ph.D. serta para tamu undangan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P mengatakan, Perjanjian Kerja Sama antara IEEE Indonesia Section dengan Ditjen Dikti meliputi peningkatan dan pengembangan fasilitas pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan memastikan terdapat peningkatan kapasitas dalam rangka World Class Professor dan Distinguished Lecture Program (DLP). Perjanjian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya tulis bagi dosen dan mahasiswa untuk publikasi dan jurnal
“Kita sama-sama berharap dengan adanya kerja sama ini kita bisa membina dan mengembangkan SDM unggul untuk Indonesia Maju,” ujar Paris dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama IEEE Indonesia Section Chair, Dr. Ing. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom menyampaikan, kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang sains dan teknologi. IEEE Indonesia yang terdiri dari para profesional, akademisi dan pemerintahan telah ikut memberikan sumbangsih nyata dalam berbagai aktivitas yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan termasuk dukungan pada pengembangan pendidikan tinggi. IEEE Indonesia telah menerbitkan 20 ribu lebih publikasi prosiding IEEE, dan lebih dari 280 publikasi jurnal IEEE berkualitas tinggi dalam bidang engineering.
“Data menunjukan terjadi peningkatan hampir 500 persen publikasi engineering oleh penulis Indonesia pada periode 2015-2020. Tentu peningkatan ini juga didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah,” ungkap Wahyudi dalam sambutannya.
IEEE Indonesia, lanjutnya, juga mensponsori lebih dari 70 konferensi ilmiah setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi dan pusat riset di Indonesia. Hasil publikasi berkualitas tersebut diterbitkan di IEEE xplore Digital Library. IEEE Indonesia juga mengadakan lebih dari 50 kegiatan profesional teknikal dan non-teknikal setiap tahunnya.
Wahyudi pun berharap, IEEE Indonesia serta Ditjen Dikti dapat menjalankan komitmen dengan baik dengan semangat saling berbagi dan gotongroyong untuk menghasilkan manusia yang unggul, insan pancasila yang kompetitif, kreatif, inovatif, dan adaptif .
Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D. Menurutnya, ekonomi Indonesia kedepan bergantung pada inovasi, serta manusia unggul yang kompetitif, kreatif, inovatif, dan adaptif . Kunci hal tersebut adalah pendidikan dan pendidikan ujungnya ada di pendidikan tinggi. Untuk itu sangat penting membangun kerjasama dengan berbagai mitra.
“Semua negara yang ingin menjadi negara maju, harus berinovasi. Ini satu tantangan yang besar bagi Indonesia.Kita harus membangun daya saing di dalam negeri melalui inovasi. Oleh karenanya kami mengajak dosen, peneliti dan profesional untuk bersama-sama menghilirisasi segala penelitian,” tuturnya.
Nizam mengatakan, kolaborasi lintas keilmuan juga menjadi kunci penting dalam membangun inovasi. Untuk itu Ia mengajak IEEE Indonesia Section untuk turut memperkuat manusia unggul melalui kampus merdeka dengan menerjunkan mahasiswa di kampus kehidupan sebelum masuk dunia profesi, serta melakukan akselerasi publikasi yang berdampak pada kemajuan teknologi,
“IEEE Indonesia mempunyai peran yang sangat tinggi dalam membangun Indonesia yang berkelanjutkan. Oleh karena itu mari kita kerja keras, kerja bersama, kerja cerdas,” pungkasnya.
Sementara itu, IEEE Indonesia Section Vice Chair, Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, M. Eng., Ph.D memaparkan ruang lingkup kerja sama diantaranya fasilitas pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi mahasiswa, fasilitas magang bagi dosen, pengembangan jejaring riset internasional dan peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam kerangka program World Class Professor dan Distinguished Lecturer Program IEEE serta peningkatan kualitas karya tulis bagi dosen dan mahasiswa untuk publikasi pada jurnal dan konferensi internasional bereputasi tinggi.
Ruang lingkup lainnya yaitu peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi internasional bagi perguruan tinggi di Indonesia, fasilitas keanggotaan IEEE bagi mahasiswa dan dosen di bidang sains dan teknologi, perintisan dan pengembangan karier, peningkatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan bagi mahasiswa dan dosen di bidang sains dan teknologi.
“Terakhir, pendampingan dan fasilitas pelaksanaan kegiatan tridharma perguruan tinggi di daerah tertinggal, terdepan, terluar dan/atau daerah lain sesuai dengan kesepakatan para pihak,” tutupnya.

